Resep Tumis Daun Pepaya dengan Ikan Asin



resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Ibu saya tidak terlalu berjiwa petani, sejak dulu saya jarang melihat beliau menanam tanaman apakah itu di pot atau di halaman rumah. Berkebalikan dengan saya yang mendapatkan darah petani dari Mbah Wedhok (nenek dari pihak Bapak), sejak kecil saya sangat tergila-gila dengan tanaman. Seingat saya bahkan sejak duduk di bangku taman kanak-kanak, saya sudah mulai bercocok tanam. Tanaman pertama yang saya tanam adalah pohon bougenville dengan bunga merah yang semarak. Bibitnya berupa stek, saya peroleh dari seorang tetangga kala kami masih tinggal di Tanjung Pinang, Riau. Atas saran si pemilik bunga, agar stek bougenville cepat menumbuhkan akarnya maka potongan batang tersebut direndam di dalam ember berisi air.

Dua minggu menanti, batang-batang nan kekar tersebut kemudian memunculkan akar yang sangat banyak dan saya pun menanamnya di halaman rumah. Sayangnya saat itu pengetahuan saya tentang tanaman sangat terbatas. Ketika stek bougenville saya jejalkan di sebuah lubang mungil dan ditimbun dengan tanah sekedarnya, alih-alih bertunas dan berbunga stek tersebut justru tewas dengan sukses. Bagaimana tidak, dengan ukuran lubang secuil, dalam tanah liat yang super alot, akar-akar muda bougenville pun rontok dan susah berkembang. Sejak pengalaman pahit dengan si kembang kertas tersebut, selama di Tanjung Pinang saya tidak pernah mencoba bercocok tanam kembali. ^_^

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT


Pindah di Paron ketika duduk di bangku kelas dua SD, semangat menanam tumbuh kembali. Almarhum nenek saya seorang petani yang sangat mencintai tanaman. Halaman belakang di rumah Paron yang luas penuh dengan tanaman sayuran dan buah-buahan. Dan yang paling saya suka adalah, ketika musim penghujan tiba maka Mbah Wedhok akan membeli aneka bibit sayuran di pasar. Cabai, kemangi, terung, kacang panjang, tomat hanyalah segelintir tanaman yang ditanam beliau. Terus terang hingga kini, jika teringat dengan semangatnya saya pun menjadi kagum. 

Biasanya jika masa bertanam tiba, maka di pagi hari dengan seikat bibit di tangan dan kaki telanjang yang berlumpur, Mbah akan berkeliling menancapkan tanaman-tanaman kecil tersebut di sela-sela pohon pisang yang rimbun. Tak peduli dengan tetesan hujan yang membasahi rambutnya yang beruban, dengan tekun beliau berjongkok di tanah hitam yang lengket dan basah. Takjubnya, walau ditanam ala kadarnya alias hanya dijejalkan asal-asalan di tanah, sebagian besar tanaman tersebut berhasil survived.

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Walau tidak terlalu suka bercocok tanam, namun
Ibu saya tetap memiliki sebuah kebun kecil di halaman belakang rumah di Paron. Disana beberapa tanaman pepaya bersama pohon pandan dan cabai
tumbuh dengan subur. Kecuali pandan, maka tanaman lainnya tersebut tumbuh dengan suka rela dari biji yang ditebarkan begitu saja. Walau yang ditanam terbatas dan terkesan sepele namun mampu menyumbangkan kebutuhan dapur yang lumayan. Mengingat pepaya yang tumbuh bukanlah jenis super dengan rasa yang manis maka ketika Lebaran tiba berbutir-butir buah mudanya disulap menjadi sepanci besar gulai pepaya yang lezat. Bahkan tetangga di sekitar sering meminta buahnya untuk disayur. 

Jika saya sedang pulang ke Paron, maka giliran daun-daun pepaya ini yang menjadi korban. Daun dan bunga pepaya gantung menjadi favorit saya untuk ditumis atau sekedar direbus dan dicocolkan di sambal terasi buatan Ibu yang mantap surantap. Karena terbiasa sejak kecil menyantap daun pepaya, rasanya yang pahit tidak lagi menjadi persoalan. Lidah saya sudah begitu kebalnya, sehingga rasa pahit ini justru sensasi yang dicari dan membuat makan menjadi semakin bertambah nikmat. 

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Kini, tinggal di rumah Pete dengan secuil halaman, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Berbeda dengan Ibu saya yang hanya memiliki kebun sekedarnya, maka kebun saya cukup bervariasi isinya namun memiliki satu kesamaan. Kami sama-sama memiliki pohon pepaya! Saya menanam tanaman ini di setiap sudut halaman, dalam jumlah yang banyak dan kini tumbuh bersaing dengan tanaman labu kuning yang kian hari kian menggila. Si labu kuning ini kini bahkan sudah mengembangkan sulurnya ke pagar halaman tetangga dan bergelantungan ke luar pagar halaman depan. 

Walau pucuk-pucuk mudanya telah menyumbangkan berpanci-panci Pucuk Labu Masak Lemak yang laziz namun melihatnya kini meliar membuat saya menyesal juga telah menanamnya. Masalah terbesar adalah setiap kali saya menyiram halaman maka daun dan sulurnya yang berbulu kerapkali menggores kulit dan menimbulkan rasa gatal yang menyiksa. Sepertinya weekend ini saya harus melakukan sesuatu pada tanaman yang super cepat pertumbuhannya ini. Pilihannya adalah merebusnya di dalam panci atau menjejalkannya ke dalam plastik sampah terbesar yang bisa saya temukan. Hmm….

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Kembali ke tumis daun pepaya yang kali ini saya sharing. Agar tanaman pepaya di depan rumah Pete mampu bertunas dan bercabang maka ujung tanaman lantas saya potong. Hasilnya adalah berikat-ikat daun pepaya muda yang sedap untuk diolah menjadi aneka masakan.  Di pasar Blok A, seikat kecil daun pepaya (tua!) dibandrol dengan harga lima ribu rupiah, namun kini saya justru memiliki pucuk mudanya yang lembut. Daun-daun ini mantap diolah menjadi buntil seperti resep yang pernah saya hadirkan disini, atau urap, anda bisa melihat resepnya disini. Tapi tumis sederhana daun pepaya dengan ikan asin/teri, atau sekedar dicocol dengan sambal terasi sepertinya pilihan yang paling mudah. 



Kendala utama yang membuat kita enggan mengkonsumsi daun pepaya adalah rasa pahitnya. Walau untuk kasus saya,  itu bukan masalah sama sekali. Nah ada banyak tips untuk menghilangkan rasa pahit, mulai dari merebus daun pepaya bersama daun singkong dan beluntas (jika anda tinggal di Jakarta maka menemukan daun beluntas merupakan hal yang mustahil); meremas daun mentahnya dengan garam dan membuang air perasannya. Atau ada satu tips unik yang belum pernah saya coba, yaitu merebus daun pepaya dengan segumpal tanah liat. Konon katanya ada jenis tanah liat tertentu yang memang khusus digunakan untuk merebus daun pepaya dan mampu menghilangkan rasa pahitnya dengan ampuh. Well, mungkin anda yang pernah mencoba tips ini bersedia berbagi pengalamannya disini. ^_^

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Jika anda masih ragu mengkonsumsi si daun pepaya dengan alasan pahit, mungkin setelah tahu manfaatnya anda bersedia berputar haluan menjadi mencintainya. Selain buahnya yang lezat, kaya vitamin dan memiliki segudang manfaat, maka daun pepaya pun tak kalah hebatnya. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Februari 2010 dari ‘Journal of Ethnopharmacology’, ekstrak daun pepaya (dalam bentuk jus) atau teh yang terbuat dari daun pepaya kemungkinan efektif untuk mencegah dan mengobati penyakit kanker. Pada penelitian kultur jaringan, teh daun pepaya mampu mengurangi peradangan dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh berupa racun yang mampu melawan pertumbuhan sel kanker, menghambat pertumbuhan sel tumor dan menstimulasi gen yang membantu daya tahan tubuh berupa efek anti tumor. Para peneliti menyimpulkan bahwa hasil penelitian awal mereka
menunjukkan, sifat meningkatkan daya tahan tubuh yang terkandung di dalam teh daun pepaya mungkin terbukti
bermanfaat dalam pengobatan dan pencegahan penyakit, termasuk kanker,
alergi dan sebagai komponen dalam beberapa vaksin.

Ekstrak daun pepaya ternyata juga mampu melawan penyakit maag sesuai dengan hasil penelitian di laboratorium hewan yang diterbitkan pada September 2008 dari ‘West Indian Medical Journal’. Dalam penelitian tersebut, ekstrak daun pepaya mampu mengurangi keparahan luka pada lambung dan menunjukkan efek antioksidan yang kuat. Ekstrak daun pepaya juga mampu menurunkan oksidasi lemak dan peningkatan aktivitas antioksidan dalam sel darah merah. Para peneliti menyimpulkan dari penelitian awal ini bahwa teh daun pepaya menunjukkan potensi untuk pengobatan luka pada lambung dan stres oksidasi pada perut. 

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Menurut buku “The Complete Herbal Guide: A Natural
Approach to Healing the Body,”
enzim papain
yang terdapat di dalam daun pepaya mampu membantu lambung dalam mencerna protein dan berguna untuk mengobati gangguan pencernaan. Teh daun pepaya dapat meringankan rasa tidak nyaman akibat sakit maag  dan merangsang nafsu makan. Selain itu, teh daun pepaya juga dapat membantu mencerna gluten protein gandum, dimana pada berberapa orang protein ini sulit untuk dicerna dan menyebabkan kondisi autoimun yang dikenal sebagai penyakit celiac. Hal ini tentu saja masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sehingga orang-orang dengan penyakit celiac tidak menggunakan daun pepaya untuk mengobati kondisi mereka.

Selain bermanfaat, daun pepaya ternyata mampu memberikan efek samping yang negatif. Enzim papain yang terdapat di dalam daun pepaya telah lama dikenal mampu memberikan reaksi alergi pada beberapa orang. Menurut penelitian yang diterbitkan pada bulan September 2008 dari journal “Ugeskrift for Laeger.” Laporan tersebut mencatat telah terjadi tanda-tanda alergi pada 10 dari 22 orang yang bekerja di laboratorium penelitian akibat terpapar oleh debu papain. Para pekerja tersebut menunjukkan gejala mata yang terasa gatal, dan hidung berair. Namun dengan kondisi lingkungan yang bersih dan ventilasi udara yang tepat mampu menyembuhkan alergi tersebut.  

Yuk sekarang kita menuju ke resep dan proses pembuatan tumis daun pepaya yang lezat ini! 


resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Resep Tumis Daun Pepaya dengan Ikan Asin

Resep hasil modifikasi sendiri

Untuk 5  porsi

Tertarik dengan resep tumisan sejenis ini lainnya? Klik link di bawah ini:
Tumis Kangkung Belacan
Tumis Tahu Tauge dengan Soy Sauce
Tumis Bunga Bawang dengan Saus Tiram

Bahan:

– 2 ikat daun pepaya muda

– 100 gram ikan asin atau teri seperti teri medan/teri jengki (saya pakai ikan asin pari yang tipis)

Bumbu:

– 2 sendok makan minyak untuk menumis

– 5 siung bawang merah, rajang tipis

– 4 siung bawang putih, cincang halus

– 4 buah cabai merah keriting, rajang tipis

– 3 buah cabai rawit, rajang tipis

– 2 cm jahe, dimemarkan
– 3 cm lengkuas, memarkan

– 3 lembar daun salam

– 1 sendok makan saus tiram

– 1 1/2  sendok makan gula jawa, sisir halus

– 1 sendok makan air asam jawa

– 2 sendok makan kecap manis

– 2 sendok teh garam 
– 200 ml air panas 

Cara membuat:

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Siapkan daun pepaya yang masih muda, ambil daun dan pucuk mudanya saja. Cuci bersih. 

Untuk mengurangi rasa pahitnya, anda bisa meremas-remasnya dengan 2 sendok makan garam hingga daun layu dan sebagian getahnya menghilang. Cuci hingga bersih. Saya tidak melakukan step ini. 

Siapkan panci, masukkan air yang kira-kira cukup untuk merebus daun pepaya. Rebus air hingga mendidih. Tuangkan daun pepaya, beri 1/2 sendok makan garam. Rebus hingga daun pepaya menjadi empuk. Pencet daun dengan ujung jari untuk mengetes keempukannya, jika masih keras lanjutkan merebus. 

Tiriskan daun di mangkuk kawat berlubang, siram dengan air dingin, kemudian peras kuat-kuat hingga air habis. Gumpalkan daun dan rajang menjadi potongan kecil. Sisihkan.


resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Siapkan ikan asin, saya menggunakan ikan asin pari yang tipis. Potong menjadi ukuran kecil, atau anda juga bisa menggunakan ikan teri. Goreng ikan asin hingga matang, angkat dan tiriskan. 

Note: jika menggunakan ikan teri seperti teri Medan/teri jengki, bisa digoreng terlebih dahulu baru nanti dicampurkan ketika masakan sudah matang, atau teri mentah ditumis bersama bumbu iris. 

Siapkan wajan, beri 2 sendok makan minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, cabai,  jahe, lengkuas, dan daun salam. Aduk dan tumis hingga harum dan matang. Masukkan saus tiram, gula jawa, kecap manis dan air asam, tumis hingga harum.

resep tumis daun pepaya dengan ikan asin JTT

Tambahkan garam, aduk rata. Masukkan daun pepaya rebus, aduk dengan bumbu hingga rata. Tambahkan air panas, aduk dan masak hingga air habis. Cicipi rasanya, sesuaikan garam dan gula. Tambahkan ikan asin, aduk rata. Angkat dan sajikan dengan nasi panas. Super yummy! 

Sources:
Livestrong.com – Papaya Leaf Tea Benefits
Stylecraze.com – 15 Best Benefits of Papaya Leaf Juice for Skin, Hair & Health


Lihat juga:   RUJAK BEBEK ABANG JAKARTA


Resep Tumis Daun Pepaya dengan Ikan Asin, Sumber Resep: http://www.justtryandtaste.com/2015/08/resep-tumis-daun-pepaya–ikan-asin.html

Add Comment