Bingka Ubi Jalar – Creamy! Yummy!


Ubi jalar cilembu ini sudah sangat lama membeku di freezer saya, mungkin sejak beberapa bulan yang lalu. Waktu itu saya membelinya karena tertarik dengan salah satu resep cake yang tampak menggugah selera. Namun kemudian terlupa atau mood saya yang tiba-tiba berayun ke arah lainnya, seperti biasa. Membeku bersama kulitnya di wadah tupperware yang rapat, ubi ini masih tetap sangat lezat dan tak berubah teksturnya sama sekali ketika kemarin saya cairkan. Bahkan terasa so creamy dan milky ketika saya mengubahnya  menjadi seloyang bingka ubi jalar yang sedap. 


Mudah dibuat, tanpa mikser dan pengembang, maka bingka mungkin merupakan kue termudah yang bisa kita eksekusi di rumah dengan cepat. Jika pernah membuat bingka sebelumnya, maka anda pasti tahu satu kendala utama membuat kue ini adalah waktu memanggang yang sangat lama.  Namun berbeda dengan bingka ubi kayu dan bingka pandan yang resepnya pernah saya bagikan sebelumnya, maka bingka ubi jalar ini relatif lebih cepat matangnya kala dipanggang. So tunggu apalagi? Weekend ini sepertinya anda bisa planning untuk membuatnya di rumah. ^_^


Bingka Ubi Kayu – Yang tradisional tak kalah sedapnya
Bingka Pandan – Lembut dan harum
Bingka Pisang






Bersyukurlah kita yang tinggal di Indonesia, dimana palawija dan pala kephendem (hasil bumi yang terpendam di dalam tanah) seperti kentang, ketela dan keladi sangat murah harganya. Sejak khasiat dan nutrisi yang luar biasa dalam ubi jalar gencar dipropagandakan sebagai salah satu super food, maka di luar negeri harganya menjadi relatif mahal dan menjadi salah satu bahan makanan yang dianggap luxurious. Setidaknya itulah update yang diberikan oleh Said, teman saya yang menetap di Swedia. Tidak heran ketika beliau tinggal di Indonesia selama tiga tahun maka sweet potato alias ubi jalar ini menjadi menu harian pilihannya dibandingkan kentang.


Manfaat ubi jalar bagi kesehatan tubuh kita memang tidak bisa dianggap remeh. Jenis ubi jalar yang berwarna jingga mungkin merupakan salah satu sumber beta-caroten yang sulit dicari tandingannya. Beta-carotene di dalam tubuh dapat dirubah menjadi retinol atau vitamin A, dan vitamin A memberikan kontribusi yang besar untuk meningkatkan kesehatan mata dan penglihatan. Mengkonsumsi vitamin A dalam jumlah besar dapat menjadi racun di dalam tubuh, namun mendapatkannya dari beta-carotene dianggap lebih aman karena tubuh kita memiliki kemampuan untuk mengatur produksi vitamin A-nya sendiri. Karena kandungan vitamin A-nya ini jualah maka ubi jalar juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesehatan kulit.  Ini disebabkan vitamin A merupakan anti peradangan alami sehingga mampu membantu membasmi jerawat yang disebabkan oleh bakteri. 





Ubi jalar sendiri tidak selalu hadir dengan daging yang berwarna jingga, tetapi ada juga jenis yang memiliki warna ungu yang cantik. Terkadang sangat sulit sekali untuk mengetahui seberapa pekat warna ungu di dalam ubi hanya dengan melihat dari kulit luarnya saja. Namun saat ini para ilmuwan telah berhasil mengidentifikasikan gen tepat di dalam ubi  yang bisa diaktifkan untuk menghasilkan pigmen antosianin, pigmen ini bertanggung jawab untuk memberikan warna ungu yang pekat di dalam daging ubi jalar. Antosianin – terutama peonidins dan cyanidins – si pigmen pemberi warna ungu pada ubi jalar, memiliki sifat antioksidan dan anti peradangan. Terutama saat melewati saluran pencernaan kita,  maka antosianin dapat menurunkan resiko kesehatan yang disebabkan oleh logam berat dan radikal oksigen. 


Jika ubi jalar jingga memiliki kemampuan anti kanker (anti-carcinogenic), maka ubi jalar ungu diketahui memiliki kemampuan melawan kanker karena kandungan cyanidins dan peonidins, yang memiliki efek positif untuk melawan pertumbuhan sel kanker. Senyawa pelawan kanker ini banyak terkandung di dalam daging ubi jalar dibandingkan dengan bagian kulitnya dan diketahui mampu melawan potensi berbahaya dari logam berat, seperti merkuri, cadmium dan arsenic. Manfaat ini sangat berguna bagi mereka yang didiagnosa memiliki masalah pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS) dan ulcerative colitis, atau bagi mereka yang ingin mengurangi paparan logam berat berbahaya. 


Ubi jalar juga mengandung dua enzim antioksidan penting: 
copper/zinc superoxide dismutase dan  catalase. Menurut salah satu penelitian, ubi jalar ungu memiliki aktifitas antioksidan tiga kali lebih banyak dari pada blueberry. Selain kandungan antioksidannya, maka ubi jalar juga merupakan sumber yang baik untuk vitamin C, B5, copper, serat makanan, niacin, potassium dan besi. 






Teknik
memasak atau persiapan dalam setiap bahan makanan yang akan kita masak sama pentingnya dengan makanan yang akan kita santap itu sendiri, termasuk juga dalam hal memasak ubi jalar. Menurut Dr. Mercola di Mercola.com, mengukus dan memanggang ubi di dalam oven merupakan
cara terbaik dalam mengolah bahan ini karena akan meningkatkan
ketersediaan beta-carotene. Merebus merupakan cara yang
tidak disarankan karena akan merusak senyawa bermanfaat yang terkandung
di dalam ubi jalar. Mengupas ubi jalar akan menyebabkan daging ubi
berubah menjadi kehitaman karena terjadi proses oksidasi dengan udara.
Untuk mencegahnya sebaiknya segera rendam ubi di dalam air setelah
dikupas. 



Karena beta-carotene merupakan pigmen yang larut dalam lemak
maka sebaiknya ubi jalar dikonsumsi bersama dengan lemak seperti olive oil atau
mentega, cukup tambahkan sekitar 1 sendok teh minyak/mentega per-porsi ubi jalar (200 gram). Nutrisi yang larut dalam lemak seperti
beta-carotene memerlukan lemak agar mampu diserap tubuh secara efektif.
Ubi
jalar tumbuk, bersama dengan alpukat dan wortel atau kacang polong,
merupakan contoh makanan pilihan yang ideal bagi bayi yang sedang belajar
mengkonsumsi makanan padat.






Ubi jalar umumnya memiliki rasa yang manis, lantas apakah makanan ini aman dikonsumsi oleh penderita diabetes atau pre-diabetes? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh College of Agriculture and Life
Sciences
, ubi jalar termasuk ke dalam makanan dengan indeks glycemic (GI) yang rendah, artinya glukosa yang terkandung di dalamnya akan dilepaskan secara perlahan di dalam darah. Makanan dengan kadar glycemic yang rendah juga bermanfaat bagi pankreas agar tidak bekerja secara berlebihan dan akan membuat kita merasa kenyang lebih lama. 



Penelitian lainnya menunjukkan bahwa ubi jalar juga mampu membantu mengatur gula darah karena kemampuan mereka untuk menaikkan  kadar adinopectin di dalam darah. Adinopectin merupakan hormon protein yang dihasilkan oleh sel-sel lemak di dalam tubuh yang berfungsi untuk membantu mengatur bagaimana tubuh kita memetabolisme insulin. Namun walau begitu tetap saja ubi jalar harus dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Tetap harus diingat, bahwa ubi jalar merupakan makanan yang secara alami terasa manis dan setiap varietas memiliki kandungan gula yang berbeda-beda. Sebagai contoh jenis ubi jalar Amerika yang ditanam karena rasanya yang manis mengandung 6.5 gram gula per 100 gramnya. Jadi jika anda penderita diabetes atau memiliki masalah yang berhubungan dengan resistensi insulin maka sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah ubi jalar merupakan makanan yang aman untuk anda santap.





Nah sekarang kita menuju ke proses pembuatan bingka ubi jalar ini. Sebagaimana jenis bingka lainnya, kue tradisional ini memiliki tekstur bantat dan padat, karena memang diproses dengan sangat simple, dan tidak mengandung pengembang sama sekali. Saya sendiri memasukkan semua bahan ke dalam blender dan memprosesnya hingga smooth, baru kemudian saya tuangkan ke dalam mangkuk besar dan aduk bersama tepung terigu dengan menggunakan spatula. Apakah bisa jika saya memasukkan semua bahan termasuk tepung terigu ke dalam blender? Bisa, jika blender anda mampu menampungnya. Namun walau blender saya mampu menampung semua adonan saya lebih memilih untuk mengaduk tepung secara terpisah agar teksturnya tidak keras. Tepung terigu mengandung protein yang ketika terkena air akan membentuk gluten, gluten ini akan membuat tekstur kue keras ketika proses mengaduk dilakukan secara berlebihan. Jadi mengaduknya dengan spatula merupakan cara yang paling aman untuk dilakukan.


Sulit menemukan ubi jalar namun anda memiliki banyak persediaan labu kuning? Anda bisa menggantikan porsi ubi jalar dengan labu kuning dan gunakan 100 ml susu cair saja di resep. Labu kuning memiliki tekstur lebih lembut dan berair jadi takaran susu di dalam resep bisa dikurangi agar tekstur adonan tidak terlalu encer dan membuat waktu memanggang menjadi lebih lama. 


Berikut proses dan resepnya ya!




Bingka Ubi Jalar

Resep hasil modifikasi sendiri


Untuk 1 loyang ukuran 23 x 23 x 10 cm


Tertarik resep dengan bahan ubi jalar lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Muffin Ubi Jalar Ungu
Cake Gulung Ubi Jalar dengan Selai Kacang dan Keju Cheddar Parut
Kue Mangkuk Ubi Jalar Kuning


Bahan:

– 4 butir telur

– 100 gram gula pasir atau sesuai selera

– 750 gram ubi jalar yang telah dikukus hingga lunak dan dikupas kulitnya, potong kasar
– 200 ml susu cair atau santan kental

– 100 gram mentega dilelehkan

– 2 sendok teh vanilla extract atau 1/2 sendok teh vanilli bubuk
– 1 sendok teh garam
– 1 sendok teh kayu manis bubuk (optional)
– 200 gram tepung terigu serba guna 


Cara membuat: 
Siapkan loyang ukuran 23 x 23 x 10 cm, olesi permukaannya dengan margarine dan taburi dengan tepung terigu hingga merata. Balikkan loyang dan ketukkan kelebihan tepung agar terbuang. Atau anda juga bisa mengolesi dengan margarine dan alasi dengan kertas baking. Sisihkan.


Siapkan oven, set disuhu 170’C api atas dan bawah. Letakkan rak pemanggang di tengah oven.




Siapkan ubi jalar (jingga atau ungu), saya menggunakan ubi kuning cilembu. Cuci bersih dan kukus bersama kulitnya hingga matang dan lunak. Kupas kulitnya, potong kasar. 


Siapkan blender, masukkan semua bahan kecuali tepung terigu. Proses hingga menjadi adonan yang halus dan smooth, sekitar 2 menit. Tuangkan adonan ke dalam mangkuk, masukkan tepung terigu. Aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur baik. 





Tuangkan adonan ke loyang, ratakan permukaannya dengan spatula hingga smooth.





Panggang selama + 1 jam atau hingga permukaan kue tampak kering kecoklatan, atau ketika lidi ditusukkan di tengah kue maka tidak ada adonan yang menempel. Kue akan mengembang tinggi kala dipanggang dan mengempis kala keluar dari dalam oven. 


Biarkan uap panasnya menghilang, lepaskan dari loyang dan biarkan kue dingin di rak kawat. Potong-potong sesuai selera. Yummy!


Sources:
WhFoods – What’s New and Beneficial about Sweet Potatoes
Mercola.com – Sweet Potatoes: A Tasty Treat for Your Health





Lihat juga:   Resep Membuat Gangan Asam Patin Khas Kalimantan Selatan


Bingka Ubi Jalar – Creamy! Yummy!, Sumber Resep: http://www.justtryandtaste.com/2015/05/bingka-ubi-jalar-creamy-yummy.html

Add Comment